Pages

Banner 468 x 60px

Minggu, 06 Mei 2012

Museum Sonobudaya

0 komentar

Museum sono budaya adalah musem yang berletak di utara alun-alun utara Yogyakarta dan lokasi museum ini sangat strategis kerena letaknya yang berada di pusat budaya Yogyakarta yang dapat menarik perhatian dari dalam negeri maupun luar negeri.Bangunan museum Sonobudoyo merupakan rumah joglo dengan aksitektur masjid kesepuhan Cirebon yang di desain oleh Ir Th Karsten. Keberadaan museum ini sangat erat hubungannya dengan masa Kolonial Java Institut dibidang kebudayaan Jawa,Madura,Bali dan Lombok sebagai pencetus berdirinya Museum Sonobudaya yang di resmikan pada 6 november 1935 oleh Srii Sultan Hamengkubowono ke VIII dengan ditanda Candrasengkala “Kayu Winangan Ing Brahmana Budha”
Museum ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda peninggalan kesultanan Yogyakarta dan untuk menyimpan benda-benda yang mempunyai nilai budaya ilmiah yang meliputi koleksi pengembangan dan bimbingan educative cultural.Sedangkan tugas muse mini adalah mengumpulkan, merawat, pengawetan,pelayanan pustaka,melaksanakan penelitian serta penyajian benda-benda koleksi museum Sonobudoyo
Koleksi museum Sonobudaya memiliki 42.698 buah yang dibagi menjadi 10 kategori yaitu : koleksi geologi,etnologi,biologi,arkeologika,historologika,numismatika,filologika,keramologi,senirupa dan teknologika. Benda-benda koleksi Museum Sonobudoyo itu ada yang dipamerkan di luar dan di dalam gedung. Koleksi yang dipamerkan di luar gedung museum umumnya terbuat dari batu yang relatif tahan terhadap cuaca, yang terdiri dari berbagai macam patung dari zaman kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa Tengah dan Jawa Timur, benda-benda kelengkapan upacara, serta bagian dan hiasan candi.

Sedangkan, benda-benda yang dipamerkan di dalam museum adalah benda-benda yang peka terhadap pengaruh cuaca, kotoran, cahaya dan bahkan serangga. Benda-benda itu umumnya dimasukkan ke dalam vitirin, guna melindunginya dari proses kerusakan. Benda-benda yang dipamerkan di dalam museum diantaranya adalah: (1) berbagai macam hasil karya seni yang terbuat dari kayu dan bambu, seperti topeng Jawa dan Bali, wayang golek, puluhan model perahu serta tandu (jempono) yang diantaranya adalah tandu lawak dari zaman Sultan Hamengku Buwono I, tandu Kyai Kudus, Kyai Purbonegoro, dan Kyai Wegono Putro; (2) berbagai macam jenis batik beserta peralatan pembuatnya; dan (3) benda-benda yang terbuat dari perunggu, emas, perak dan besi seperti, patung kuwera, genta dari Kalasan, lampu gantung berbentuk kenari serta seperangkat gamela Jawa dan Cirebon serta senjata (mandau, rencong dan keris). Sebagai catatan, Museum Sonobudoyo menyimpan sekitar 1200-an koleksi keris yang sebagian besar merupakan sumbangan dari Java Institut dan sebuah wesi buddha, yang merupakan bahan baku pembuat keris yang digunakan sekitar tahun 700 Masehi.

Sebagai catatan pula, selain sebagai tempat untuk memamerkan benda-benda sejarah dan purbakala, Museum Negeri Sonobudoyo juga dilengkapi dengan dengan auditorium, laboratorium, preparasi, kantor dan perpustakaan dengan puluhan ribu judul buku, khususnya terbitan sebelum Perang Dunia II dalam berbagai bahasa. Di samping itu dapat pula dijumpai manuskrip (naskah tulisan tangan) berhuruf Jawa dan Arab

UNTUK HARGA TIKET MASUK
Dewasa Perorangan       Rp 3.000,-
Dewasa Rombongan      Rp 2.500,-
Anak-anak Perorangan  Rp 2.500,-
Anak-anak Rombongan Rp 2.000,-
Wisatawan Asing              Rp 5.000,-
Pegelaran durasi singkat Rp 20.000,- /orang

JAM BUKA
Selasa-Kamis        08.00-14.00
Jum’at                    08.00-11.00
Sabtu & Minggu 08.00-13.00
Senin & hari besar atau libur nasional tutup


Read more...

Senin, 30 April 2012

TAMAN SARI

0 komentar

Taman sari yang berletak dekat alun-alun kidul dan merupakan taman istana atau pesanggrahan letaknya kira-kira 0,5 km sebelah selatan keraton yogyakarta. Ditempat ini sultan dan keluarga beristirahat atau melakukan semedi. Taman sari menarik untuk dikunjungi, Disini kita akan merasakan nuansa berbeda. Meski berada di dalam areal keraton bentuk dan arsitektur tidak sama dengan bangunan keraton. Ciri khas bangunan bangunan Jawa tidak terlihat disini. Ini memang di karenakan bangunan taman sari tidak bercorak jawa asli melainkan campuran dengan gaya portugis. Sewaktu mendirikan komplek Taman Sari Hameng Kubuono I dibantu arsitek berkebangsaan portugis. Seperti namanya "Taman Sari" tempat ini berupa taman yang banyak ditumbuhi pepohonan dan bunga. Tanaman yang tumbuhi di tempat ini membuat udara terasa segar dan bersih.
Taman Sari terbagi menjadi 3 bagian utama bangunan sakral, kolam pemandian, dan pulau kenanga(pulau cemeti). Bangunan sacral berupa bangunan tersendiri tempat sultan dan keluarga bersemedi. Kolam pemandian terdiri dari dua buah kolam yang dipisahkan bangunan bertingkat dan kelilingi tembok yang tinggi. Pada kolam terdapat pancuran berbentuk naga. Dari pancuran inilah keluarnya air untuk mengisi kolam. Disisi kolam terdapat bangunan menyerupai rumah yang mungkin digunakan sebelum atau setelah bersenang-senang di kolam pemandian

kolam pemandian



 Lorong Bawah Tanah




Kawasan Pulau Kenanga atau pulau cemeti terdiri terdiri dari lorong-lorong bawah tanah, masjid Bawah Tanah, dan Pulau Cemeti itu sendiri yang berupa bangunan tinggi. Lorong-lorong bawah tanah berguna sebagai jalan menuju ke pulau Cemeti atau masuk kedalam masjid Bawah Tanah. Pada zaman dahulu konon digunakan sebagai jalan rahasia keistana dan jalan menuju laut Selatan bagi sultan untuk bertemu nyai Roro Kidul.
Mesjid bawah tanah sangat unik karena berada di bawah tanah. Untuk menuju ketempat ini harus melewati lorong-lorong dan menuruni tangga. Selain dari letaknya dibawah tanah bentuk bangunan juga unik. Berbeda dengan mesjid biasa yang berbentuk persegi dan luas, mesjid ini berbentuk lingkaran di tengah-tengah nya terdapat sumur bernama sumur Gumilang
 Sumur Gumilang

Taman sari ini juga memiliki fungsi sebagai tempat pertahanan Lorong-lorong yang berada ditempat ini konon berfungsi sebagai jalan rahasia menuju keraton dan bangunan tinggi di pulau Cemeti digunakan untuk mengintai musuh.
Read more...

Senin, 23 April 2012

Candi Prambanan

0 komentar


Candi Prambanan adaah bangunan luar biasa cantik yang dibangun pada abad ke 10 pada mas pemerintahan dua raja yaitu Riakai Pikatan dan Rikai Belitung.Candi Prambanan menjulang tinggi 47meter (5meter lebih tinggi dari Cani Borobudur).Berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya menunjukkan kejayaan Hindhu di tanah Jawa.Candi ini terletak 17kilometer dari pusat kota Yogyakarta, di tenga area yang kini di bangun taman indah.
Pada dinding pagar langkan candi Siwa dan candi Brahma dipahatkan relief cerita Ramayana , sedangkan pada pagar langkah candi Wisnu dipahatkan relief Krisnayana. masuk candi Siwa dari arah timur belok ke kiri akan anda temukan relief cerita Ramayana tersebut searah jarum jam, relief cerita selanjutnya bersambung di candi Brahma.andi Prambanan dikenal kembai saat seorang Belanda bernama C.A.Lons mengunjungi Jawa pada tahun 1733 dan melaporkan tentang adanya reruntuhan candi yang ditumbuhi semak belukar. Usaha pertama kali untuk menyelamatkan Candi Prambanan dilakukan oleh Ijzerman pada tahun 1885 dengan membersihkan bilik-bilik candi dari reruntuhan batu. Pada tahun 1902 baru dimulai pekerjaan pembinaan yang dipimpin oleh Van Erp untuk candi Siwa, candi Wisnu dan candi Brahma. Perhatian terhadap candi Prambanan terus berkembang. Pada tahun 1933 berhasil disusun percobaan Candi Brahma dan Wisnu. Setelah mengalami berbagai hambatan, pada tanggal 23 Desember 1953 candi Siwa selesai dipugar. Candi Brahma mulai dipugar tahun 1978 dan diresmikan 1987. Candi Wisnu mulai dipugar tahun 1982 dan selesai tahun 1991. Kegiatan pemugaran berikutnya dilakukan terhadap 3 buah candi perwara yang berada di depan candi Siwa, Wisnu dan Brahma besarta 4 candi kelir dan 4 candi disudut / patok.
Kompleks candi Prambanan dibangun oleh Raja-raja Wamca (Dinasty) Sanjaya pada abad ke-9. Candi Prambanan merupakan kompleks percandian dengan candi induk menghadap ke timur, dengan bentuk secara keseluruhan menyerupai gunungan pada wayang kulit setinggi 47 meter. Agama Hindu mengenal Tri Murti yang terdiri dari Dewa Brahma sebagai Sang Pencipta, Dewa Wisnu sebagai Sang Pemelihara, Dewa Shiwa sebagai Sang Perusak. Bilik utama dari candi induk ditempati Dewa Shiwa sebagai Maha Dewa sehingga dapat disimpulkan candi Prambanan merupakan candi Shiwa. Candi Prambanan atau candi Shiwa ini juga sering disebut sebagai candi Loro Jonggrang berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang dara yang jonggrang atau gadis yang jangkung, putri Prabu Boko, yang membangun kerajaannya diatas bukit di sebelah selatan kompleks candi Prambanan.
Bagian tepi candi dibatasi dengan pagar langkan, yang dihiasi dengan relief Ramayana yang dapat dinikmati bilamana kita berperadaksina (berjalan mengelilingi candi dengan pusat cansi selalu di sebelah kanan kita) melalui lorong itu. Cerita itu berlanjut pada pagar langkan candi Brahma yang terletak di sebelah kiri (sebelah selatan) candi induk. Sedang pada pagar langkan candi Wishnu yang terletak di sebelah kanan (sebelah utara) candi induk, terpahat relief cerita Kresnadipayana yang menggambarkan kisah masa kecil Prabu Kresna sebagai penjelmaan Dewa Wishnu dalam membasmi keangkaramurkaan yang hendak melanda dunia.
Bilik candi induk yang menghadap ke arah utara berisi parung Durga, permaisuri Dewa Shiwa, tetapi umumnya masyarakat menyebutnya sebagai patung Roro Jonggrang, yang menurut legenda, patung batu itu sebelumnya adalah tubuh hidup dari putri cantik itu, yang dikutuk oleh ksatria Bandung Bondowoso, untuk melengkapi kesanggupannya menciptakan seribu buah patung dalam waktu satu malam.
Candi Brahma dan candi Wishnu masing-masing memiliki satu buah bilik yang ditempati oleh patung dewa-dewa yang bersangkutan.
Dihadapan ketiga candi dari Dewa Trimurti itu terdapat tiga buah candi yang berisi wahana (kendaraan) ketiga dewa tersebut. Ketiga candi itu kini sudah dipugar dan hanya candi yang ditengah ( di depan candi Shiwa) yang masih berisi patung seekor lembu yang bernama Nandi, kendaraan Dewa Shiwa.
Patung angsa sebagai kendaraan Brahma dan patung garuda sebagai kendaraan Wishnu yang diperkirakan dahulu mengisi bilik-bilik candi yang terletak di hadapan candi kedua dewa itu kini telah dipugar.
Keenam candi itu merupakan 2 kelompok yang saling berhadapan, terletak pada sebuah halaman berbentuk bujur sangkar, dengan sisi sepanjang 110 meter.
Didalam halaman masih berdiri candi-candi lain, yaitu 2 buah candi pengapit dengan ketinggian 16 meter yang saling berhadapan, yang sebuah berdiri di sebelah utara dan yang lain berdiri di sebelah selatan, 4 buah candi kelir dan 4 buah candi sedut.
Halaman dalam yang dianggap masyarakat Hindu sebagai halaman paling sacral ini, terletak di tengah halaman tengah yang mempunyai sisi 222 meter, dan pada mulanya berisi candi-candi perwara sebanyak 224 buah berderet-deret mengelilingi halaman dalam 3 baris.

Masih banyak lagi yang bisa di pelajari di Candi Prambanan dan anda tak boleh bosen mempelajarinya karena saat anda mulai bosen ada tempat buat istirahat di taman sekitar candi.Bila anda tertarik bisa kunjungi Candi Prambanan yang tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta.

Read more...

Minggu, 22 April 2012

Kraton Yogyakarta

0 komentar
Kraton Yogyakarta adalah kesultanan Ngayogyakarta yang berdiri pada tahun 1755.Bangunan ini di kelilingi betheng bangunan yang luasnya sekitar 5km dan pada empat titik pojok bangunan ada bangunan kecil yang disebut pojok bentheng.Pintu masuk ke betheng Kraton disebut plengkung dan di bangunan selain ada bangunan kraton,tempat tinggal Raja dan di sekitanya ada pemukiman penduduk yang di tempati oleh masyarakat sekitar dan yang pada jaman dulu adalah para abdi dalem Kraton.Sekarang bangunan ini menjadi pusat daya tarik para wisatawan lokal ataupun wisatawa asing yang berknjung untuk foto-foto ataupun yang lainnya.Ada banyak hal yang bisa disaksikan di Kraton Yogyakarta, mulai dari aktifitas abdi dalem yang sedang melakukan tugasnya atau melihat koleksi barang-barang kraton.Koleksi yang disimpan dalam dalam kaca yang tersebar di berbagai ruangan tersebut muali dari keramk dan barang pecah belah, senjata, foto, miniatur dan replikahingga aneka jenis batik beserta deorama proses pembuatannya.Selain itu wisatawan juga bisa menikmati pertunjukan seni dengan jadwal berbeda-beda setiap harinya.Pertunjukan tersebut dimulai dar wayag orang,macapat,wayang kulit, dan tari-tarian.Untuk menikmati pertunjukan seni wisatawan tdak perlu mengeluarkan biaya tambahan.Jika datang pada har selasa wage, Anda bisa menyaksikan lomba jemparingan atau panahan gaya Mataram di Kemandhungan Kidul.Jemparingan di laksanakan dalam rangka tinggalan dalem Sri Sultan HB X.Keunikan da jemparingan ii adalah setiap peserta wajib mengenakan busana tradisional Jawa dan memanahdengan posisi duduk.
Beberapa Contoh gambar dri Kraton Yogyakarta :



Read more...

Rabu, 21 Maret 2012

POHON PINUS

0 komentar
Pohon pinus adalah phon yang bisa tumbuh di pegunungan karena pohon ini identik dengan musim dingin dan kali in saya akan membahas pohon pinus yang ada di Yogyakarta.Saat saya jalan-jalan, saya menemukan pepohonan pinus yang sangat hijau di musim dingin dan pohon ini di rawat oleh masyarakat sekitar karena pohon ini melambangkan keberuntungan dan sejuk bila anda di bawahnya.Selain sejuk pohon pinus bisa untuk menentramkan hati saat hati kita sedang goyah atau banyak masalah yang sulit di selesaikan.Tetapi pohon pinus di Yogyakarta banyak di kunjungi oleh pasangan muda mudi yang lagi kasmaran dan juga dikunjungi oleh orang-orang yang akan melakukan foto free wedding karena suasana yang romantis di kelilingi oleh poho-pohon pinus yang menjulang tinggi.Untuk melakukan perjalanan menuju pinus tidaklah sulit karena jalanan menuju lokasi sudah beraspal hanya jalanan yang berkelok-kelok (ya harap maklum jalanan di pegunungan).
Setelah sampai di sana anda akan di suguhi suasana yang hening dan banyaknya pohon pinus di sekeliling jalan dan anda tidak perlu takut karena di lokasi sudah ada tempat parkir yang khusus buat pengunjung yang akan masuk di pohon pinus itu.Lagipula di sini banyak pohon nanas liar yang sering berbuah dan buahnya di ambil oleh masyarakat setempat atau pengunjung yang ingin merasakan nanas gunung karena pohon nanas tidak boleh di tebang biar tumbuh besar dan berbuah lalu di nikmati oleh orang yang ingin memakan nanas.
Selain itu bila anda mengikuti jalan seperti gambar di samping anda akan menuju ke makam dan makam itu khusus buat para Raja-Raja di Yogyakarta seperti makam Sri Sultan Hamengkubuwono dari ke I sampai ke IX.Di makam itu tidak boleh sembarangan orang datang dan berziarah di makam karena ada aturan-aturan yang harus di taati.Ini lah cerita dari blog saya dan terima kasih telah mengunjungi dan membaca blog saya.Bila ada kata-kata yang kurang berkenan saya minta maaf dan harap di maklumi
Read more...

Jumat, 09 Maret 2012

Makanan khas yogyakarta

0 komentar
Apakah anda tahu makanan khas jogja itu apa ??
Kata orang-orang kalau belum makan makanan ini belum disebut pernah ke jogja dan makanan khas itu adalah gudeg
Dan kali ini saya akan membahas makanan yang menjadi ciri khas kota yogyakarta.
makanan ini di bilang agak unik karena kalau di liat dari warnanya kurang menarik tp setelah mencoba di jamin akan mencoba lagi
makanan ini identik dengan rasa manisnya karena orang jogja suka yang manis-manis termasuk yang menulis ini manis hehe PD
selain itu makanan ini di padu dengan sambel krecek goreng, telur atau ayam kampung kalau ketiga itu tidak ada rasanya hambar dan kurang nendang oleh karena itu bila ada sambel krecek pasti ada gudeg.Tetapi gudeg biasanya jarang di sajikan dengan piring langsung tapi mesti alasnya memakai daun pisang biar rasanya lebih meresap.
Saya akan menuliskan resep dari gudeg bila suatu saat anda membutuhkan resep ini :
Bahan :
1 kg nangka yg sedang tuanya (tidak terlalu muda dan tdk terlalu tua), potong-potong (echa: 3 kaleng)
12 btr telur rebus utuh (kupas kulitnya kalau ingin bumbunya lebih meresap)
1000 cc air kelapa (echa: nggak  pakai, tapi pakai 1 sdt cuka)
8 – 10 lbr daun salam
5 – 8 iris lengkuas ½ x 8cm yg diiris menurut panjangnya
200 gr gula merah, iris halus
2000 cc santan dari 1 butir kelapa (echa: 1 liter santan kotak)


Haluskan :
12 btr bawang merah
12 siung bawang putih
1 sdt ketumbar (echa: 1 sdm)
2 sdm garam (echa: 3 sdt)

Cara Membuat :
Tahap I
1. Karena memasaknya butuh waktu lama dan sampai cairannya mengering, maka gunakanlah panci beralas tebal.
2. Tata daun salam menutupi dasar panci, tata juga diatasnya irisan lengkuas (selain sebagai penyedap, juga berfungsi sebagai alas masakan ini agar tidak hangus).
3. Campur bumbu halus dengan 500 cc air kelapa, aduk rata.
4. Masukkan berturut turut potongan nangka muda, telur rebus, gula merah, siram bumbu halus yang dicairkan dengan air kelapa.
5. Tambahkan air kelapa secukupnya sebatas tinggi nangka + telur tadi agar terenda.
6. Tutup panci rapat-rapat, masak diatas api sedang , tanpa dibuka tutupnya sekalipun selama kira-kira 2 jam.

Tahap II
1. Setelah 2 jam lihat apakah airnya sudah tinggal sedikit, angkat dulu telurnya dan sisihkan sementara agar tidak hancur.
2. Masukkan santan, aduk-aduk dengan sendok kayu sambil menghancurkan potongan nangka (jaga jangan sampai daun salam dan lengkuasnya terangkat . Pada tahap ini volume nangka menjadi kurleb separonya.
3. Masukkan kembali telurnya sampai sedikit terkubur dalam nangka.
4. Masak lagi dengan api kecil selama minimal 3 jam.
5. Aduk sesekali sampai santan habis.
6. Pada tahap II ini  biasanya memasak sampai 7 jam pake kompor listrik dengan pengaturan api 1/2nya atau 300w agar terjaga kestabilan apinya, karena kalau pakai kompor gas, apinya suka mati karena diatur kecil sekali.
7. Hasilnya gudeg cantik berwarna coklat kemerahan dengan cairan yang sedikit dan kental.
8. Siramkan areh/ kuah opor ayam kental diatas gudeg nangka ini secukupnya pada saat dihidangkan.

SAMBAL GORENG KRECEK
Bahan :
300 gr krupuk krecek khusus masakan (kalau yg untuk dimakan langsung sering hancur bila dimasak )
200 gr kacang tolo
50 gr cabe rawit besar warna merah, kuning dan hijau ( jumlah bisa disesuaikan dgn selera )
1 sdt asam
2 ltr santan dari 1 butir kelapa ( pisahkan yang kentalnya )
3 lbr daun salam
6 cm lengkuas, memarkan
100 gr cabe merah besar, rebus, blender halus
100 cc minyak goreng
garam secukupnya
gula merah secukupnya
Haluskan :
12 btr bawang merah
12 siung bawang putih
Cara Membuat :
1. Cuci kacang tolo sampai bersih, tiriskan dan masukkan dalam air mendidih dipanci hingga terendam kurleb 5 cm diatasnya. Diamkan selama 2 jam, hingga kacang mengembang.
2. Rebus kembali, didihkan selama kurang lebih 10 menit (tambahkan airnya hingga tetap terendam air 5 cm diatasnya).
3. Tiriskan dan bilas dengan menyiramkan air sampai bilasannya jernih.
4. Rendam krecek dgn air biasa hingga lunak, peras dengan kedua telapak tangan saling menggengam agar krecek tidak hancur. Bilas dan peras lagi beberapa kali dengan cara yang sama, sampai keluar semua minyak yang coklat kehitaman dan airnya jernih.
5. Tumis cabe merah halus dengan 100 cc minyak goreng, hingga minyaknya keluar dan berwarna merah menyala, sisihkan.
6. Tumis bumbu yang dihaluskan dengan sedikit sisa minyak tumisan cabe sampai harum, masukkan serai, daun jeruk purut.
7. Tuangi santan cair, didihkan, bubuhi garam dan gula.
8. Masukkan Kacang Tolo, masak sampai matang, kemudian masukkan kreceknya dan santan kental.
9. Timba-timba agar santan tidak pecah , setelah agak mengental masukkan cabe rawit.
10. Masak terus sampai kuah mengental, dan minyak berwarna merah cerah mengambang dipermukaan.


Catatan:
Ampas gudeg yang berupa salam, laos dan sedikit gosongan nangka berbumbu bisa dipakai untuk membuat telur pindang susulan. Tambahkan air/santan encer, garam dan gula secukupnya sampai telur rebus yg diretakkan kulitnya terendam. Masak lagi sampai kulit telur coklat, dan bumbu meresap.

selamat mencoba bagi yang ingin merasakan bagaimana kelezatan makanan khas jogja dan di jamain anda pasti akan betah berwisata di yogyakarta.
Terima kasih sudah atas semuanya karena telah meluangkan waktunya untuk membaca blog ini..



Read more...

Senin, 20 Februari 2012

PANTAI NGOBARAN

0 komentar
Kali ini saya akan membahas pantai di Gunung Kidul yaitu Pantai Ngobaran.Pantai Ngobaaran adalah pantai yang belum banyak di minati oleh wisatawan lokal atau luar tetapi keindahan pantai ini masih alami karena perawatan yang sangat bagus.Selain itu pantai ini juga untuk sembahyang para masyarakat daerah pantai karena kebanyakan masyarakat sekitar menganut agama hindhu yang dapat di liat di sekitar pantai masih banyak pure-pure seperti di Bali.
Ini contohnya :







Selain itu ada tangga yang menuju kebawah dan menyusuri tebing-tebing yang bagus dan masih alami sekali.Oleh karena itu pantai ngobaran masih disebut pantai baru karena masih jarang di kunjungi oleh wisatawan lokal atau luar karena jarak tempuh yang lumayan jauh sekitar 2jam dari kota yogyakarta dan jalannya yang masih terjal karena banyak jalan yang masih bebatuan.Perjalanan ke pantai ngobaran bisa di lakukan dengan 2 jalan yaitu bisa lewat wonosari atau lewat panggang.Kalau lewat panggang lebih dekat tetapi jalanan itu masih sepi.Walaupun pantai ini masih baru akan tetapi sudah dikenakan biaya retribusi untuk masuk di pantai Ngobaran.Tarif untuk masuk sekitar Rp.6000 per motor dan bukan di hitung per orang karena yang mengelola masih penduduk sekitar
Pantai ini juga sangat cocok untuk foto-foto pernikahan atau foto-foto bersama karena di lihat dari batu-batu karang yang besar-besar dan suasana pegunungan yang mengitari pantai masih alami.Apalagi kalau kita naik ke atas karang yang besar pasti bisa melihat sepanjang pantai ngobaran yang lautnya biru.
Bila anda tertarik dengan pantai ini silahkan berkunjung dan di jamin tidak akan menyesal malah akan sering ke pantai tersebut
Read more...